November 29, 2020

EC

Belajar terus, pastikan selalu merasa haus

Penyebab Stunting pada Anak dan Gejalanya

3 min read

pixabay.com

Menurut Badan Kesehatan Dunia, negara Indonesia berada pada urutan kelima dengan banyaknya jumlah anak yang mengalami stunting. Salah satu wilayah Indonesia dengan angka stunting tertinggi pada balita adalah Ogan Komeringilir. Hinga mencapai kisaran nilai 40,5% atau hampir setengah balita di OKI mengalami stunting. Bahkan, angka kejadian ini berada atas angka stunting nasional yaitu 37%.

Stunting merupakan hasil sebagai akibat yang terjadi di masa lalu misalnya asupan gizi yang buruk berkali-kali, berat badan lahir rendah (BBLR) atau terserang penyakit infeksi. Hal ini disebabkan oleh asupan ibu selama hamil kurang bergizi dan berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit. Akibatnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.

Selain itu, kondisi ini juga dapat terjadi akibat kebutuhan gizi anak saat masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu tidak diberikan ASI eksklusif, ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.

Asupan makanan dapat menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting pada anak-anak. Khususnya asupan makanan yang mengandung zink, zat besi, serta protein ketika anak masih berusia balita. Bahkan sejak dari kandungan. Kejadian ini umumnya sudah mulai berkembang saat anak berusia 3 bulan. Perkembangan ini akan mengalami perlambatan saat anak mulai berusia 3 tahun.

Anak-anak yang mengalami stunting sejak lahir jika tidak segera dilakukan perbaikan, misalnya telah memasuki usia dua tahun, maka kondisi ini akan permanen. Oleh karena, saat ibu dalam masa kehamilan perlu mengonsumsi asupan gizi yang tercukupi. Terutama selama masa kehamilan hingga anak lahir dan berusia 18 bulan. Hal ini agar bayi lahir tidak mengalami stunting.

Penyebab Stunting pada Anak

pixabay.com

Asupan Nutrisi ibu

Penyebab stunting yang pertama dipengaruhi oleh asupan nutrisi ibu hamil yang kurang mengonsumsi makanan bergizi. Misalnya protein, zat besi, asam folat omega-3 dan kalsium. Hal ini cenderung melahirkan anak dengan kondisi kurang gizi.

Oleh karena itu, selama masa kehamilan selalu usahakan untuk memenuhi kelengkapan gizi janin. Jika perlu tambahkan konsumsi vitamin melalui suplemen yang diberikan dokter saat kontrol kandungan

Makanan Pedamping ASI yang Kurang Bernutrisi

Anak-anak perlu diberi makanan yang memenuhi persyaratan minimum dalam hal frekuensi dan keragaman makanan untuk mencegah kekurangan gizi. Hal ini karena apabila pemberian makanan pendamping yang tidak cukup dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Mereka akan mengalami kekurangan nutrisi. Sehingga asupan kalori berkurang. Akibatnya menjadi penyebab pertumbuhan anak terhambat.

Kebersihan Lingkungan

Ada kemungkinan besar hubungan antara pertumbuhan linier anak-anak dan praktik sanitasi rumah tangga. Kontaminasi dalam jumlah besar bakteri fecal coliform oleh anak-anak ketika meletakkan jari-jari kotor atau barang-barang rumah tangga di mulut mengarah ke infeksi usus.

Selain beberapa penyebab stunting seperti di atas, hal-hal lainnya yang bisa berkontribusi pada stunting adalah konflik sosial, kondisi iklim, harga dan ketersediaan pangan yang pada gilirannya berkontribusi menyebabkan stunting.

Dampak Stunting Pada anak

pixabay.com

Mengganggu Pertumbuhan Tinggi dan Berat Anak

Anak-anak yang memiliki keadaan lebih pendek dibandingkan dengan teman sebaya mereka pada usia yang sama, kemungkinan disebabkan oleh stunting. Selain tinggi badannya yang tidak sesuai, berat badan mereka umumnya juga terlalu rendah. Akibanya, pertumbuhan mereka melambat dibandingkan dengan teman-teman seumuran mereka.

Tumbuh Kembang Anak Tidak Optimal

Stunting juga bisa terlihat pada tumbuh kembang anak di mana anak menjadi terlambat jalan atau kemampuan motoriknya kurang optimal. Hal ini karena tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi. Akibtanya fugnsi tubuh tidak berkembang dengan semestinya

Memengaruhi Kecerdasan dan Kemampuan Belajar Anak.

Anak-anak yang mengalami stunting dapat menjadi penyebab rendahnya IQ mereka. Pada sebuah penelitian, anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar dan terutamanya konsentrasi karena kekurangan gizi selama proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh mereka.

Mudah Terserang Penyakit

Kurangnya nutrisi yang masuk didalam tubuhnya, membuat perkembangan sistem kekebalan mereka melemah. Akibatnya, mereka mudah sekali terserang penyakit. Bahkan saat mereka beranjak dewasa mereka berisiko terkena penyakit degenaratif. Misalnya penyakit jantung, diabetes, stroke dan juga kanker. Bahkan stunting yang terjadi pada anak-anak ini juga dapat berujung pada kematian usia dini.

Anak-anak stunting perlu adanya perbaikan gizi. Selain memberikan makanan yang mengandung nutrisi tinggi juga diberikan tambahan suplemen makanan. Suplemen makanan merupakan zat gizi yang umumnya dibuat dari bahan herbal atau alami. Salah satunya ada tiens. Suplemen kalsium dari tiens ini akan mencukupi kebutuhan mereka. Selain itu, tiens peninggi badan juga akan membantu pertumbuhan,

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.