September 23, 2020

EC

Belajar terus, pastikan selalu merasa haus

Mengintip Prosesi Siraman Pada Pernikahan Khas Upacara Adat Sunda

2 min read

 

Setiap suku bangsa biasanya memiliki adat istiadatnya sendiri, contohnya seperti upacara adat. Salah satu suku yang masih menjalankan adat istiadat hingga masa kini ialah suku Sunda, dimana adat istiadat ini masih dilakukan pada acara pernikahan. Dimana upacara adat Sunda ini bernama Ngebakan atau siraman pernikahan. Biasanya prosesi ini akan dilakukan menjelang pernikahan. Biar tidak penasaran, yuk intip prosesi siraman tersebut disini.

Urutan Pada Upacara Siraman Pernikahan Orang Sunda

  1. Ngecakeun Aisan

Biasanya prosesi siraman pernikahan akan secara beruntun dan urut. Yang mana upacara ini akan dimulai dari ngecakeun aisan atau keluarnya calon pengantin wanita dari kamar dengan digendong secara simbolis oleh sang ibu. Sementara sang ayah akan berjalan di depan sambil membawa lilin untuk menuju tempat sungkeman akan dilaksanakan.

  1. Ngaras

Setelah sang calon mempelai wanita sudah keluar dari kamar dan berada di tempat sungkeman, maka ia diharuskan melakukan Ngaras. Yang mana prosesi Ngaras ini merupakan permohonan izin dari calon pengantin wanita kepada kedua orangtua. Kemudian acara tersebut dilanjutkan dengan sungkeman dan juga mencuci kaki kedua orangtua.

  1. Pencampuran Air Siraman

Pada upacara adat Sunda ini, setelah selesai sungkeman akan dilanjutkan prosesi siraman. Namun sebelum itu, harus dilakukan pencampuran air siraman terlebih dahulu. Dimana pencampuran ini harus dilakukan oleh kedua orangtua calon mempelai wanita. Yang mana air ini akan dicampur dengan tujuh jenis bunga wangi atau yang biasa disebut dengan bunga setaman yang terdiri dari mawar merah, mawar putih, kantil, melati, kenanga, sedap malam, dan melati gambir.

  1. Siraman

Prosesi satu ini merupakan acara puncak pada upacara Ngebakan. Dengan diiringi musik kecapi dan seruling, maka calon pengantin perempuan akan menuju tempat siraman. Dimana ketika berjalan menuju tempat siraman, maka ia harus menginjak 7 helai kain. Kemudian prosesi siraman akan dimulai dari ibu, ayah, dan dilanjutkan oleh para sesepuh keluarga. Yang mana jumlah penyiram haruslah ganjil antara 7, 9, atau 11 orang.

  1. Ngerik atau Potong Rambut

Prosesi terakhir dalam siraman pada upacara adat Sunda satu ini adalah ngerik atau potong rambut. Dimana rambut dari calon mempelai wanita akan dipotong sedikit sebagai lambang untuk mempercantik diri lahir dan batin. Pada prosesi ini kemudian akan dilanjutkan prosesi Ngeningan yakni menghilangkan semua bulu bulu halus di wajah, kuduk, membentuk amis cau atau sinom, serta membuat godeg dan membuat kembang turi.

Bagi setiap orang, pernikahan merupakan acara yang sakral sehingga setiap prosesi yang ada haruslah dijalankan dengan baik. Di tanah Sunda salah satu adat pernikahan yang biasa dilakukan adalah prosesi siraman untuk calon mempelai wanita. Namun seiring berjalannya waktu, tradisi pernikahan ini jarang dilakukan. Apalagi jika calon pengantin berasal dari suku yang berbeda. Jadi sebelum melakukan prosesi ini, sebaiknya didiskusikan terlebih dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.